Perkembangan islam era Globalisasi

PERKEMBANGAN ISLAM ERA GLOBALISASI

Pendahuluan

Kebangkitan Islam yang sedang terjadi adalah satu fenomena yang erat hubungannya dengan perkembangan umat manusia. Di masa lalu dari abad ke 7 hingga abad ke 19 Masehi, Islam serta peradaban yang dibentuknya mempunyai pengaruh yang tidak sedikit terhadap perkembangan umat manusia, termasuk tumbuhnya dunia Barat sebagai kekuatan yang menguasai dunia sejak abad ke 17 hingga sekarang. Pengaruh itu antara lain terlihat dalam Renaissance yang merupakan kebangkitan Eropa Barat dari Masa Kegelapan dan menjadi permulaan dari pertumbuhan peradaban Barat.

Akan tetapi sejak akhir abad ke 19 Islam mengalami gelombang surut ketika dunia Barat justru mencapai puncak perkembangannya. Pada waktu itu seakan-akan Islam sama sekali tidak ada artinya dalam kehidupan umat manusia. Bahkan Islam disamakan dengan keterbelakangan dan kemelaratan. Sebaliknya Barat mendominasi seluruh umat manusia, terutama karena penguasaannya atas ilmu pengetahuan dan teknologi. Barat pada waktu itu dianggap sebagai simbol kemajuan dan kesejahteraan.

Namun dalam alam ini tidak ada satu pun yang permanen, kecuali Allah Tuhan Yang Maha Esa. Demikian pula dalam kehidupan umat manusia selalu ada gelombang naik dan gelombang surut. Maka sejak abad ke 20 tampak permulaan dari kebangkitan kembali Islam. Terjadi satu Revitalisasi dari umat Islam yang selama lebih dari satu abad telah berada dalam kurve menurun. Sebagaimana kemajuan peradaban Islam di masa lalu telah merangsang terjadinya Renaissance dunia Barat, maka sebaliknya perkembangan peradaban Barat menciptakan kondisi umat manusia yang membuat umat Islam bangkit kembali.

Peradaban Barat telah menghasilkan kemajuan besar dan pesat dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal itu berakibat terjadinya globalisasi, yaitu proses yang makin mendekatkan bagian umat manusia yang satu dengan yang lain sehingga seakan-akan dunia makin kecil dan tidak ada sesuatu terjadi yang tidak berdampak pada seluruh dunia dan umat manusia. Revitalisasi Islam berada dalam dunia dan umat manusia yang sedang dalam proses globalisasi itu. Karena itu mau tidak mau merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan atau dilepaskan dari proses itu.

Dalam perkembangan setiap peradaban kegiatan pendidikan mempunyai peran yang amat penting. Lebih-lebih dalam globalisasi peran pendidikan sangat menentukan bagi umat manusia. Bangsa yang tidak menjalankan pendidikan yang memadai akan tertinggal dalam proses globalisasi yang penuh persaingan antara bangsa satu dengan yang lain. Oleh sebab itu arah dan perkembangan Islam sangat dipengaruhi oleh pendidikan yang dilakukan umat Islam.

Berbagai persoalan globalisasi yang dihadapi Kebangkitan Islam

Kebangkitan Islam adalah satu proses penuh perubahan yang dilakukan umat Islam untuk mewujudkan kehidupan yang maju dan sejahtera setingkat dengan umat manusia lainnya yang sudah lebih dahulu mencapai kondisi demikian . Dengan perkataan lain, umat Islam kembali membentuk peradaban yang setingkat dengan peradaban lainnya.

Satu peradaban menunjukkan kehidupan spiritual dan material yang menjadi ukuran bagi tinggi rendahnya peradaban itu. Sebab itu umat Islam membangun kehidupan spiritual dan moral sesuai dengan ajaran Islam untuk menjadi pemicu bagi seluruh kehidupan umat Islam yang bermakna. Di pihak lain diwujudkan pula perubahan dalam kondisi material umat Islam untuk menciptakan kesejahteraan yang makin meningkat. Semakin tinggi hasil pembangunan moral-spiritual dan material itu semakin tercipta peradaban Islam masa kini yang tinggi tingkatnya. Dan itu menjadi ukuran keberhasilan Kebangkitan Islam.

Usaha demikian bukannya tanpa tantangan dan kendala yang seringkali amat berat dan karena itu harus dilihat sebagai satu perjuangan Tantangan dan kendala itu ada yang datang dari dalam tubuh umat Islam sendiri dan ada pula yang datang dari luar. Kebangkitan moral-spiritual akan menjadi satu kekuatan pendorong yang amat penting, tetapi harus dapat mengatasi kondisi mental yang di banyak bagian umat Islam masih merupakan rintangan bagi terwujudnya kebangkitan moral-spiritual itu. Kondisi mental ini mempunyai banyak segi, seperti lemahnya pelaksanaan ajaran Islam disebabkan banyak hal antara lain kuatnya kebiasaan tertentu dan kurangnya kekuatan kehendak. Kondisi mental lain yang merupakan kendala adalah kurangnya keseimbangan antara daya nalar atau rasio dengan daya rasa atau emosi. Hal itu dapat menimbulkan cara berpikir yang kurang cekatan dan mampu untuk melakukan penyesuaian dengan perkembangan umat manusia di kelilingnya. Juga kenyataan bahwa sukar sekali mencapai kesatuan pandangan di kalangan umat Islam merupakan tantangan berat bagi kebangkitan moral-spiritual yang kuat. Perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah dan bahkan bermanfaat untuk memperoleh pandangan yang luas tentang satu persoalan. Akan tetapi perbedaan pendapat harus diimbangi dengan kemampuan mencapai keputusan yang menguntungkan semua pihak (Win-Win Solution). Dengan begitu akan lebih terjamin kekompakan dan kemantapan perjuangan. .

Dalam pada itu kebangkitan material menghadapi kendala berupa tingkat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi modern yang umumnya masih rendah. Hal ini sangat berbeda dengan masa lampau ketika justru umat Islam memegang peran penting dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selama kemampuan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi kurang memadai, umat Islam tidak dapat membangun kemampuan ekonomi yang dapat menciptakan aneka ragam produksi dan jasa. Akibatnya tidak saja pada terbatasnya produktivitas, akumulasi modal dan rendahnya penghasilan, tetapi juga berpengaruh terhadap kemajuan berkreasi dalam segala aspek kebudayaan. Juga kemampuan berpolitik akan kurang berkembang. Kemampuan membela dan mengamankan diri juga menjadi terbatas kalau penghasilan dan produksi rendah. Alhasil, seluruh kesejahteraan tidak berada pada tingkat yang tinggi. Agar supaya Kebangkitan Islam membawa masa depan yang lebih cerah dan maju bagi umat Islam, harus terjadi berbagai perubahan yang menuntut adanya aneka macam usaha yang harus dilakukan umat Islam. Oleh sebab itu diperlukan Revitalisasi Islam, yaitu umat Islam yang penuh vitalitas atau daya hidup untuk melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan perubahan ke arah kemajuan.

Di pihak lain perkembangan ini pasti menyentuh kehidupan umat manusia lainnya, termasuk dunia Barat. Merupakan sifat manusia untuk sukar meninggalkan satu kondisi di mana ia berkuasa atau mendominasi pihak lain. Lebih-lebih lagi kalau yang dikuasai mencapai kondisi baru yang menyamai posisi dan status pihak yang menguasai. Sebab itu masuk akal kalau dunia Barat yang sejak abad ke 16 mendominasi dunia dan umat manusia sangat berat untuk menerima perubahan yang menjadikan pihak-pihak yang dikuasainya setingkat dengan Barat. Dunia Barat nampak sangat berat untuk menerima kemajuan Jepang dan bangsa Asia lainnya, demikian pula dunia Barat enggan melihat terjadinya Kebangkitan Islam yang akan menjadikan umat Islam setingkat dengan manusia Barat. Hal ini makin terasa sejak berakhirnya Perang Dingin antara dunia Barat dan dunia Komunis yang dimenangkan Barat. Kondisi psikologis yang timbul mengakibatkan berbagai persoalan yang harus diantisipasi oleh umat Islam yang tentu ingin mencapai sukses dalam Kebangkitan Islam.

Baik tantangan dan kendala yang ada dalam tubuh umat Islam sendiri maupun yang timbul dari luar harus dapat diatasi secara memuaskan agar Kebangkitan Islam dapat mencapai hasil yang diinginkan. Maka sangat diperlukan Kepemimpinan dan Pendidikan yang mampu mengajak umat Islam membuat berbagai perubahan yang diperlukan. Perlu ada perubahan sikap dan perilaku dari sikap dan perilaku yang sekarang ada.

Ini semua juga berlaku bagi umat Islam di Indonesia yang merupakan bagian umat Islam terbesar di dunia. Malahan boleh dikatakan bahwa keberhasilan Kebangkitan Islam di Indonesia akan menjadi ujung tombak bagi Kebangkitan Islam di seluruh dunia. Dengan begitu Indonesia mengambil peran dari umat Islam di wilayah Timur Tengah yang di masa lalu merupakan pusat peradaban Islam di dunia. Sebab itu tantangan dan kendala yang datang dari luar umat Islam juga akan lebih kuat tertuju kepada umat Islam di Indonesia. Hal itu sudah tampak sejak dekade terakhir abad ke 20.

Pendidikan di Era Globalisasi

Pendidikan mempunyai peran besar sekali untuk menimbulkan perubahan pada diri umat Islam. Melalui pendidikan dapat dibentuk kondisi mental yang lebih kondusif untuk mengembangkan kebangkitan moral-spiritual yang dikehendaki. Demikian pula penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diusahakan melalui pelaksanaan pendidikan yang tepat. Namun harus pula disadari bahwa hasil dari proses pendidikan baru terasa secara sungguh-sungguh setelah berlalunya satu generasi. Oleh karena Kebangkitan Islam sekarang sudah berjalan maka pendidikan harus dibarengi dengan terbentuknya Kepemimpinan yang dapat menjalankan proses perubahan tersebut sejak sekarang. Bahkan Kepemimpinan itu sangat penting untuk menimbulkan proses pendidikan yang diperlukan.

Proses pendidikan meliputi banyak sekali segi dan sebenarnya setiap kegiatan manusia mengandung unsur pendidikan. Namun secara umum dapat dikatakan bahwa pendidikan meliputi sistem sekolah dan pendidikan luar sekolah. Dua hal itu harus saling mendukung untuk mencapai hasil yang optimal. Dalam pendidikan luar sekolah yang amat besar perannya adalah pendidikan di lingkungan keluarga. Sebab di lingkungan keluarga manusia lahir dan tumbuh di masa yang paling menentukan bagi pembentukan kepribadiannya.

Hal ini terutama terasa dalam Era Globalisasi yang membuat setiap unsur masyarakat makin intensif hubungannya dengan unsur masyarakat lainnya, demikian pula dengan unsur masyarakat luar negeri. Hubungan itu dapat berupa kerjasama atau persaingan yang dalam Era Globalisasi makin intensif kondisinya. Akibatnya adalah bahwa tidak cukup hanya sebagian kecil masyarakat bermutu tinggi untuk mencapai kemajuan satu bangsa atau satu umat. Harus sebanyak mungkin warga masyarakat mempunyai mutu tinggi untuk dapat melakukan kerjasama dan persaingan bangsa dan umat. Hal ini menimbulkan tantangan yang amat berat, yaitu harus ada pendidikan yang besar kuantitasnya sehingga meliputi sebanyak mungkin warga masyarakat, maupun setinggi mungkin kualitasnya untuk seluruh pendidikan yang diselenggarakan. Hal ini merupakan tantangan besar untuk pengadaan dan penyediaan Sumberdaya, baik Sumberdaya Manusia, Sumberdaya Uang maupun Sumberdaya Material. Dan karena sumberdaya pada dasarnya adalah langka, maka timbul tantangan kuat terhadap kemampuan Manajemen Pendidikan di satu pihak dan di pihak lain adanya Komitmen yang kuat pada Kepemimpinan Bangsa untuk pengadaan Sumberdaya itu.

Sebagaimana telah dikemukakan, pengaruh dari pendidikan luar sekolah, khususnya pendidikan di lingkungan keluarga, amat besar terhadap seluruh proses pendidikan. Amat besar peran orang tua dalam membentuk kepribadian anak yang sudah mulai dibentuk sejak kecil sebelum masuk sekolah. Sebab itu harus ada usaha yang kuat dan sistematis agar para orang tua memainkan peran itu dengan sebaik-baiknya.


MARILAH KITA SINGSINGKAN LENGAN BAJU KITA BERSAMA UNTUK MENEGAKKAN ISLAM DAN MENERUSKAN PERJUANGAN PARA ULAMA-ULAMA DAN PARA SYUHADA TERDAHULU.

ات الديت عتد الله الاسلام

0 Responses

Poskan Komentar

abcs